Senin, 30 November 2009

Surat Terakhir

Cipt: Rhoma Irama
Dipopulerkan oleh: Rhoma Irama & Soneta

Kutulis surat ini untuk kau
Orang yang paling kucintai

Wahai jelitaku tabahkan hatimu
Kala membaca suratku ini
Dengan hati hancur kunyatakan jua
Bahwa cinta kita sampai disini
Tabahkan hatimu

Bukan karena salahmu
Bukan karena dosamu
Bukan pula karena kau tak setia
Tapi kumenyadari kelemahan diri
Yang tak mampu membuat kau bahagia

Bila air mata dapat kutuliskan
Takkan kupakai tinta untuk kau baca
Di surat terakhir

Kata Pujangga

Cipt: Rhoma Irama/Shankar Jaikishan
Dipopulerkan oleh: Rhoma Irama & Soneta


Hidup tanpa cinta
Bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga
Taman suram tanpa bunga

Ada yang dicinta giat bekerja
Entah apa entah siapa
Karena cinta jiwa gairah
Tanpa cinta hiduppun hampa

Ternyata amat utama adanya cinta
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga
Tapi jangan cinta buta

Soal cinta soal kita
Cinta kebutuhan manusia
Siapa saja memerlukannya
Karena cinta punya daya

Ternyata amat utama adanya cinta
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah kata para pujangga

Murni Sejati

Cipt: Rhoma Irama
Dipopulerkan oleh: Rhoma Irama & Soneta

Hanya kasih dan sayang
Nan murni demi kemanusiaan
Pasti abadi dalam jiwa
Takkan sirna selamanya

Banyak orang mengira cintanya tak berubah
Banyak orang yang mengira
Banyak orang bermimpi cintanya kan abadi
Banyak orang yang bermimpi

Padahal cinta manusia kan ada batasnya
Pasti kan ada batasnya
Tapi kasih dan sayang itulah yang abadi
Kasih yang murni sejati

Rayu cinta memang menggila
Pada awal kisah asmara
Sejuta kata sejuta rasa
Menghiasi permulaan cinta
Segalanya dalam dunia terasa indah
Seakan hidup tak pernah ada masalah
Oooh begitu cinta membutakan
dan membuat orang lari dari kenyataan

Tapi kasih dan sayang itulah yang abadi
Kasih yang murni sejati

Kadar cinta bisa berubah
Sejalan dengan perjalanan masa
Bahkan cinta bisa berganti
Berganti dengan perasaan benci
Karena berbagai janji tak ditepati
Karena dikhianati dan disakiti
Oooh begitulah pekanya cinta
terhadap segala perilaku manusia

Tapi kasih dan sayang itulah yang abadi
Kasih yang murni sejati

Jumat, 06 November 2009

Maharani

Cipt: A. Effendy
(dipopulerkan oleh Muchsin Alatas)

Maharani cantik ayu
Membuat hatiku jadi tergoda... Padamu
Siang dan malam selalu kurindu

Hooo... Maharani senyumanmu
Bagaikan delima sedang merekah
Aduhai... Rasa tak tahan
Aku memandangmu

Pandang matamu...
Penuh pesona
Bentuk tubuhmu...
Mengundang rasa
Membuat aku... Jadi tergoda

Hooo... Maharani
Siang malam engkau selalu
Menjelma menggoda dalam mimpiku
Kurindu... Rasa tak kuasa
Berpisah denganmu

Maharani cantik ayu
Membuat hatiku jadi tergoda
Padamu
Siang dan malam selalu kurindu

Kamis, 05 November 2009

Bersemilah

Cipt: M. Haris

(dipopulerkan oleh Muchsin Alatas)


Bersemilah... Bersemilah
Bersemilah di tubuhku
Walau cinta yang kedua
Menjadi lembaran baru
Sepuluh tahun membeku
Rasa dingin bagai salju
Tak gairah mencicipi
Merasakan nikmat cinta
Yang dulu mati membeku
Kini hidup bergelora

Dulu ku mengutuk cinta
Cinta yang pertama
Akibat khianat cinta
Hidupku susah

Betapa kejam deritanya
Bila mengingatnya
Hancur luluh badanku
Termakan di jiwa
Dari hari ke hari
Hidupku merana

Bersemilah... Bersemilah
Bersemilah di tubuhku
Kau penolong jiwa raga
Walau kau cinta kedua
Betapa hidupku rugi
Bila hati beku mati
Nikmat cinta tak kumiliki
Aduhai betapa rugi
Sebagai insan biasa
Nikmat hidup punya cinta

Nurlela

Cipt: Leo Waldy

(dipopulerkan oleh Muchsin Alatas)


Aku tak perduli
kau milik siapa
Apakah ku berdosa
bila menyintaimu
Oh... Nurlela........

Seandainya hari ini
Kudapatkan cintamu
Tak ingin aku lepaskan
Sampai memutih rambutku
Karena menyinta
Bukanlah dosa

Aku berjanji
Dalam hati kecilku
Aku bersumpah
Bukan di bibir saja
Nurlela percayalah
Nurlela sayang

Aku tak perduli
kau milik siapa
Apakah ku berdosa
bila menyintaimu
Oh... Nurlela......

Seandainya hari ini
Kudapatkan cintamu
Tak ingin aku lepaskan
Sampai memutih rambutku
Karena menyinta
Bukanlah dosa
Powered By Blogger

Calendar

Calendar
Diberdayakan oleh Blogger.