Selasa, 21 Desember 2010

Buah Duri Neraka

Ciptaan: Rhoma Irama

Telah kutanam
benih anggur yang merah
juga benih delima
Tetapi yang tumbuh
buah duri neraka

Harus kutelan pahit terasa
menusuk pedih sampai ke hati
ooo...h perih

Betapa kejam permainan dunia
yang penuh tipu daya
ternyata sang cinta
tak selamanya indah

Derita kulalui hari demi hari
sementara kau berpesta penuh cinta
Besarnya pengorbanan tiada kau hargai
bak menepis lalat yang hinggap dipipi
a..ha.. a..ha.. a..ha.. a..ha..

Telah kutanam
benih anggur yang merah
juga benih delima
Tetapi yang tumbuh
buah duri neraka

Harus kutelan pahit terasa
menusuk pedih sampai ke hati
ooo...h perih

Betapa kejam permainan dunia
yang penuh tipu daya
ternyata sang cinta
tak selamanya indah
tak selamanya indah
tak selamanya indah

Minggu, 19 Desember 2010

Air Mata Darah

Ciptaan: Rhoma Irama

Sudah seringkali kau mengkhianati
Tapi engkau aku maafkan selalu
Tapi kali ini kau sungguh terlalu
Tak mungkin lagi kumaafkan salahmu

Simpan saja air matamu
Tak guna engkau menangis
Hatiku tak akan mencair dengan sedu sedanmu itu
Walaupun tangismu darah
Hatiku tak akan iba
Aku sudah bosan melihat permainan sandiwaramu

Penantian

Ciptaan: ...
Dipopulerkan: Mansyur S

Dalam keheningan malam... Kudendangkan lagu
Sebagai pelepas rindu padamu
Menjelang malampun tiba kukenang dirimu
Sebelum terlena kubisik namamu
Agar kau menjelma dalam mimpiku

Hati terasa merintih dalam kerinduan... keriduan... kerinduan
Akan kukenang selalu saat perpisahan
Dan masih aku rasakan kecupan bibirmu
Dengan derai air matamu oooh...
Dan engkau bisikkan kata-kata cinta
Hanya harapan hatiku semoga bersabar
Dan tabahkan hati dalam penantian
Dan tabahkan hati dalam penantian

Hati terasa merintih dalam kerinduan... keriduan... kerinduan
Akan kukenang selalu saat perpisahan
Dan masih aku rasakan kecupan bibirmu
Dengan derai air matamu oooh...
Dan engkau bisikkan kata-kata cinta
Hanya harapan hatiku semoga bersabar
Dan tabahkan hati dalam penantian
Dan tabahkan hati dalam penantian

Masya Allah

Ciptaan: Rhoma Irama

Sempurna Tuhan menciptakan
Dirimu yang tiada cela
Kurasa engkaulah orangnya
Yang tercantik dijagad raya
Mustahil lelaki tak tergila-gila
Mustahil lelaki tak memuja-muja
Sempurna Tuhan menciptakan
Dirimu yang tiada cela

Memandang bibirmu yang selalu basah
Sama seperti memandang mangga muda
Memandang matamu yang sayu merayu
Sama seperti memandang safir biru
Ya boii.. Masya Allah
Ya boi..ya boi.. Masya Allah

Selama jantungku berdenyut
Apa maumu kan kuturut
Sebelum darahku membeku
Kurela jadi sahayamu
Mustahil dirimu dapat kulupakan
Mustahil cintaku dapat terpadamkan
Selama jantungku berdenyut
Apa maumu kan kuturut

Sabtu, 18 Desember 2010

Kekasih

Ciptaan: Rhoma Irama

Paling disayang itu sang kekasih
Paling dimanja itu sang kekasih
Walau dicubit... tapi cubitnya sayang
Walau digigit... tapi gigitnya sayang
Disayang-sayang itu sang kekasih
Dimanja-manja itu sang kekasih

Punya uang... untuk sang kekasih
Punya barang... untuk sang kekasih
Lupa kawan... ingat sang kekasih
Lupa makan... ingat sang kekasih
Lapar jadi kenyang kalau sudah jumpa kekasih
Susah jadi senang kalau sudah jumpa kekasih

Paling disayang itu sang kekasih
Paling dimanja itu sang kekasih
Walau dicubit... tapi cubitnya sayang
Walau digigit... tapi gigitnya sayang
Disayang-sayang itu sang kekasih
Dimanja-manja itu sang kekasih

Derita

Ciptaan: Rhoma Irama

Cukup lama cinta kita bina... Cukup lama
Cukup sudah perjuangan kita... Cukup sudah
Untuk membina mahligai indah, rumah tangga yang bahagia
Tapi kini apa yang terjadi, kau bersanding dengan orang lain
Tak kusangka engkau tak setia... Tak kusangka
Tak kuduga begini akhirnya... Tak kuduga

Kau ciptakan pesta meriah disela tangisku
Kau dirikan bangunan cinta diatas lukaku
Kau campakkan diriku ini kelembah derita

Kau lenyapkan harapan hidupku... Kau lenyapkan
Kau hancurkan seluruh hidupku... Kau hancurkan
Kuharapkan doamu untukku agar hatiku tabah selalu
Menjalani deritaku ini sampai akhir hayatku nanti
Kuterima kepahitan ini... Kuterima
Kan kubawa luka hati ini... Kan kubawa

Jumat, 17 Desember 2010

Gembala

Ciptaan: Rhoma Irama

Gembala duhai gembala
Tempatmu jauh di desa
Gembala duhai gembala
Temanmu hewan belaka
Namun engkau tak pernah merasa susah
Walau jauh dari keramaian kota

Suling bambu... Sebagai pengisi waktu
Apabila gembala melepas lelah
Suling bambu... Aduhai merdu marayu
Kan menggugah hati yang mendengarkannya

Matahariku

Ciptaan: Rhoma Irama

Bangkitlah hai satriaku... Sembuhlah sayang
Deritamu deritaku... Sembuhlah sayang
Bersinarlah matahariku... Terangi kembali hidupku
Bangkitlah hai satriaku... Sembuhlah sayang
Deritamu deritaku... Sembuhlah sayang

Bunga sekarang... Merana dan layu
Karena kumbang tak lagi merayu
Sang permaisuri... Dirundung nestapa
Karena sang raja didalam musibah
Tanpa kamu alam seakan berduka
Terlukis dihati yang lara
Kumerindukan hari berbahagia
Yang penuh canda tawa ria
Dendangkan lagi lagu asmara

Bangkitlah hai satriaku... Sembuhlah sayang
Deritamu deritaku... Sembuhlah sayang
Bersinarlah matahariku... Terangi kembali hidupku
Bangkitlah hai satriaku... Sembuhlah sayang
Deritamu deritaku... Sembuhlah sayang

Kegagalan adalah sua

Kegagalan adalah suatu musibah yang kecil, tetapi putus asa adalah musibah (petaka) yang besar. (Pepatah)

Jumat, 29 Oktober 2010

Lidah

Ciptaan: Rhoma Irama

Lidah itu sangat tajam
Tajamnya lebih dari pedang
Bicaralah macam-macam
Asal jangan menyinggung orang

Karena dari omongan
Bisa menimbulkan keributan
Karena dari omongan
Bisa menimbulkan permusuhan

Lidah senjata utama bagi keselamatan anda
Pandai-pandailah menjaga lidahmu kala berbicara

Kalau bicara baik seperlunya
Jangan bicara kalau sia-sia
Kalau bicara baik seadanya
Jangan bicara kalau berdusta

Malapetaka

Ciptaan: Rhoma Irama

Tiap malapetaka di dalam dunia
Mungkin itu karena ulah manusia
Mengapa banjir melanda, membawa bencana
Mengapa badai melanda, membawa bencana
Tanyakan dirimu

Siapa yang mendatangkan, banjir yang melanda
Siapa yang mendatangkan badai yang melanda
Itulah Tuhanmu

Bila ada kezholiman atas suatu bangsa
Murka Tuhan pasti datang sebagai peringatan
Banyak sudah bangsa-bangsa yang dihancurkan Tuhan
Sebaiknya itu semua dijadikan pedoman

Tiap malapetaka di dalam dunia
Mungkin itu karena ulah manusia
Mengapa hama melanda merusak tanaman
Mengapa gempa melanda dan membawa korban
Tanyakan dirimu

Siapa yang mendatangkan hama yang melanda
Siapa yang menciptakan gempa yang melanda
Itulah Tuhanmu

Minggu, 03 Oktober 2010

Cinta yang baik dan benar

Cinta yang baik dan benar bukanlah yang ditimbulkan oleh kecantikan atau ketampanan, tetapi oleh sikap dan kelakuan yang baik. (Arif bijak)

Kamis, 26 Agustus 2010

Imam Ibnu Qatadah be

Imam Ibnu Qatadah berkata: 'Dahulu penuntut ilmu mendengar untuk belajar, mengetahui untuk mengamalkan, mendalami agama Allah untuk mendapat manfaat dan memberi manfaat. Kini telah berubah. Mendengar untuk mengumpulkan, mengumpulkan untuk menghafalkan, dan menghafal untuk mengalahkan lawan dan membanggakan diri'.

Janganlah kamu

Janganlah kamu meremehkan seorangpun. Jangan pula berteman atau bergaul dengan orang yang kurang sempurna akalnya. Sendirian tanpa teman adalah lebih baik ketimbang berteman dengan kawan yang buruk. (dari: Nasihat Imam Malik kepada Khalifah Harun Ar-Rasyid)

Senin, 28 Juni 2010

Mimpi Terindah

(Cipt: Chossy Pratama.
Dipopulerkan oleh: Elvy Sukaesih)

Mimpi terindah yang datang menggoda.
Mengusik angan yang bercanda.
Aku terjaga dari khayal asa.
Kecewa karna kau tiada.

Dengarlah kasih, jeritan hati.
Mungkinkah kau kumiliki.
Sehelai cinta yang aku cari.
Mungkinkah kau sudi berbagi.

Aku berharap waktu tak bergerak.
Agar dapat kau kudekap.
Mimpi yang indah saat hati gundah.
Obat hati yang terbelah.

Kekasih hati mungkinkah kau tahu.
Aku sangat merindukanmu.
Andaikan saja kau balas cintaku.
Inilah mimpi yang terindah.

Aku berharap waktu tak bergerak.
Agar dapat kau kudekap.
Mimpi yang indah saat hati gundah.
Obat hati yang terbelah.

Kekasih hati mungkinkah kau tahu.
Kusangat merindukanmu.
Andaikan saja kau balas cintaku.
Ini mimpi yang terindah.

Ini mimpi yang terindah.

Ini mimpi yang terindah.

Jangan Kau Pergi

(Cipt: --- ,
Dipopulerkan oleh: Elvy Sukaesih)


Jangan kau pergi, jangan kau pergi.
Jangan tinggalkan diriku.
Di simpang jalan dan rintik hujan.
Engkau berlari dariku.
Kisah bahagia berakhir sudah.
Bak air sungai mengalir.
Tiada terasa air mataku.
Berderai bagaikan hujan.

Baru pertama aku bermain cinta.
Engkau membuat diriku patah hati.
Aku kecewa kau tinggal pergi.
Kini ku sendiri lagi.
Cincin permata pemberianmu.
Kulepas dengan tangisku.

(Maafkan diriku, maafkanlah oh sayang.
Cintaku berubah, aku juga mengerti.
Semoga kau cari pengganti diriku.
Sayangmu pada diriku sangat aku kesani.)

Terbayang-bayang kenangan indah.
Terukir dalam hatiku.
Hanya potretmu slalu kusimpan.
Sebagai ganti dirimu.

Baru pertama aku bermain cinta.
Engkau membuat diriku patah hati.
Aku kecewa kau tinggal pergi.
Kini kusendiri lagi.
Cincin permata pemberianmu.
Kulepas dengan tangisku.

Terbayang-bayang kenangan indah.
Terukir dalam hatiku.
Hanya potretmu slalu kusimpan.
Sebagai ganti dirimu.

Sebagai ganti dirimu.

Sebagai ganti dirimu.

Jumat, 11 Juni 2010

Pesona

(-Cipt.: Rhoma Irama
-Dipopulerkan kembali oleh : Rhido Rhoma & Sonet2 Band)


Hmm... Pesona...
Baru kini kurasakan sentuhan keindahan.
Siraman cahaya kasih membias dalam hati.
Kuterpesona... Nuansa indah...
Kuterpesona... Nada cinta...

Hmm... Pesona...
Hmm... Asmara...
Betapa kehadiranmu mengelus relung kalbu.
Kau tanam benih harapan lenyaplah kesepian.
Kuterpesona... Nuansa indah...
Kuterpesona... Nada cinta...

Tembang asmara mengalun ceria.
Merasuk sukma membelai jiwa.
Merekah sudah tunas satria.
Mendamba cinta seorang belia.

Kau sajikan untukku hai perawan.
Anggur cinta manisnya memabukkan.
Kutuangkan dalam cawan kenangan.
Kan kureguk bila memang suratan.

Hmm... Bahagia...
Kuingin impian ini menjadi kenyataan.
Semoga harapan ini bukan hanya khayalan.
Kuterpesona... Nuansa indah...
Kuterpesona... Nada cinta...

Hmm... Pesona...
Hmm... Asmara...
Betapa kehadiranmu mengelus relung kalbu.
Kau tanam benih harapan lenyaplah kesepian.
Kuterpesona... Nuansa indah...
Kuterpesona... Nada cinta...

Jumat, 04 Juni 2010

Bilamana kamu tidak

Bilamana kamu tidak bisa menolong orang lain dgn harta bendamu, sesungguhnya kamu bisa saja menolong mereka itu dengan jalan muka yang berseri-seri dan budi pekerti yang baik. (al-Hadits)

Rabu, 02 Juni 2010

Selimut Putih

(Ciptaan: ... )

Bila Izrail datang memanggil.
Jasad terbujur di pembaringan.
Bila Izrail datang memanggil.
Jasad terbujur di pembaringan.

Seluruh tubuh akan menggigil.
Sekujur badan kan kedinginan.
Seluruh tubuh akan menggigil.
Sekujur badan kan kedinginan.

Tiada lagi gunanya harta.
Kawan karib, sanak saudara.
Tiada lagi gunanya harta.
Kawan karib, sanak saudara.

Jikalau ada amal di dunia.
Itulah hanya pembela kita.
Jikalau ada amal di dunia.
Itulah hanya pembela kita.

Bila Izrail datang memanggil.
Jasad terbujur di pembaringan.
Bila Izrail datang memanggil.
Jasad terbujur di pembaringan.

Janganlah mau disanjung-sanjung.
Engkau digelar manusia agung.
Janganlah mau disanjung-sanjung.
Engkau digelar manusia agung.

Sadarlah diri tau diuntung.
Sebelum masa keranda diusung.
Sadarlah diri tau diuntung.
Sebelum masa keranda diusung.

Datang masanya insyaflah diri.
Selimut putih pembalut badan.
Datang masanya insyaflah diri.
Selimut putih pembalut badan.

Tinggal semua yang dikasihi.
Berjuanglah hidup sepanjang jaman.
Tinggal semua yang dikasihi.
Berjuanglah hidup sepanjang jaman.

Senin, 24 Mei 2010

Cinta Rahasia

(Dipopulerkan oleh : Elvy Sukaesih)


Kembang berkembang,
berkembangkah cinta ini
Yang telah lama menduduki
dan bertahta di dalam sanubari.

Ooh dapatkah bersemi
Tanpa menjalin kasih
Hanya bahasa cinta
Dari hati ke hati

Tak pernah terucapkan
kata-kata cinta
Namun sinar matanya
membuka rahasia

Terasa-terasa, sungguh sangat terasa
Jika berjumpa muka dan bertutur sapa
Sungguh menyenangkan dan ingin lebih lama
Aduhai bahagia walau cinta rahasia

Kembang berkembang,
berkembangkah cinta ini.
Yang telah lama menduduki
dan bertahta di dalam sanubari

Hmm Dapatkah bersemi
tanpa menjalin kasih
Hanya bahasa cinta
Dari hati ke hati

Simalakama 2

(Dipopulerkan oleh: Yopie Latul)


Dituruti... Ku mati emak.
Tak kuturuti... Ku mati bapak.
Begitulah... nasib cintaku.
Bagaikan buah... simalakama.
Begitulah nasib diriku.
Yang kini sedang menimpa, menimpa padaku.

Ayah ibuku... punya kemauan.
Kudijodohkan... tanpa perundingan.
Orangnya cantik katanya, katanya bahenol dia punya badan.
Anak saudagar... intan berlian.
Aku bingung memikirkan.
Terus terang kukatakan.
Kusudah punya gandengan.

Begitulah... nasib cintaku.
Bagaikan buah... simalakama.
Begitulah nasib diriku,
yang kini sedang menimpa,
menimpa padaku.

Ingin rasanya aku lari bersama kasihku, kasihku.
Tapi ku takut ini pasti takkan direstui, direstui.
Aku bingung harus bagaimana.
Aku bingung pilih yang mana,
pilih yang mana.

Kuturuti... Aku mati emak.
Tak kuturuti... Ku mati bapak.
Ayah ibuku... duh punya kemauan.
Kudijodohkan... tanpa perundingan.
Aku bingung memikirkan.
Terus terang kukatakan.
Kusudah punya gandengan.

Begitulah... Oh nasib cintaku.
Bagaikan buah... simalakama.
Begitulah nasib diriku.
Yang kini sedang menimpa, menimpa padaku.

Aduduh aduduh aduduh... Aku bingung, bingung cintaku.
Aduduh aduduh aduduh... Aku bingung mak, aku bingung bapak.

Sabtu, 08 Mei 2010

Setiap tangisan akan

Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian. (La Tahzan, Dr. 'Aidh al-Qarni)

Senin, 29 Maret 2010

Pantun Jenaka

Ciptaan : A. Rafiq
Dipopulerkan oleh : A. Rafiq


Jangan banyak gaya, Jangan banyak lagak.
Dengarlah seloka Pantunan jenaka.
Jangan banyak aksi, Mempamerkan dasi.
Dan terlalu gengsi, oh tiada guna lagi.

Gadis-gadis sekarang, suka sekali ngobrol.
Cerita dan berdebat, sampai lupa dapur.
Pesan ayah dan bunda, cepat sekali luntur.
Jika malam minggu suka jalan melantur.

Lihat itu lagi, jangan salah ngerti.
Yang berbedak tebal, bikin orang sebal.
Lihatlah di sana, yang pakai celana.
Jadi tanda tanya, lelaki atau wanita.

Lihatlah itu lagi, yang bercelana jengki.
Sekarang jadi mode yang tak asing lagi.
Mahal harganya juga, tapi tidak perduli.
Dijahitnya sempit, sampai tak masuk kaki.

Jangan banyak gaya, jangan banyak lagak.
Dengarlah seloka, pantunan jenaka.
Jangan banyak aksi, mempamerkan dasi.
Dan terlalu gengsi, oh tiada guna lagi.

Senin, 22 Maret 2010

hidup memang harus m

hidup memang harus memilih, lurus atau bengkok, susah atau gampang, baik atau buruk, harapan tetap sama, sayang kadang hasilnya tak sesuai harapan.

Minggu, 21 Maret 2010

Ibu Kota

Rhoma Irama & Soneta
(Ciptaan: Rhoma Irama)


Setahun sekali belum tentu
Dengan tetangga bisa bertemu
Di ibukota, di ibukota, di ibukota

Pagar rumahnya pun tinggi-tinggi
Hidupnya pun sudah nafsi-nafsi
Di ibukota, di ibukota, di ibukota

Berbagai macam kebutuhan
Meliputi warganya
Hingga sedikit kesempatan
Untuk berbagi rasa

Menipis sudah tali jiwa
Yang mengikat warganya
Berkurang sudah tenggang rasa
Di antara sesama

Rasa perseorangan sikap warga ibukota
Rasa kebersamaan sudah memprihatinkan

Hidup selalu terburu-buru
Seakan-akan dikejar waktu
Di ibukota, di ibukota, di ibukota

Mereka bersaing dan berlomba
Saling membanggakan harta benda
Di ibukota, di ibukota, di ibukota

Di ibukota, di ibukota, di ibukota
Di ibukota...

Senin, 01 Maret 2010

Harapan Hampa

(Ciptaan: M. Mashabi)

Tidakkah kau tahu
Betapa hatiku oh rindu
Tidakkah kau ngerti
Betapa cintaku oh suci

Jangan kau bimbang
Jangan kau ragu
Ku tetap kasih padamu

Tapi kini engkau tinggalkan
Diriku merana seorang
Tidakkah pernah kau rasakan
Betapa rinduku dendamkan

Harapanku kini
Hilang lenyap sudah
Bagai mimpi tiada berarti

Janganlah cintaku
Kau umpamakan bagai kembang
Segar dipakai dipuja sayang
Setelah layu dibuang
(Kalau tlah layu dibuang)

Pantun Pinuntun

(Ciptaan: Rhoma Irama)

Walau indah fatamorgana
Tapi ternyata hanya bayangan (2x)
Walaupun indah hidup di dunia (2x)
Tapi ternyata, tapi ternyata, tapi ternyata hanya cobaan (2x)

Boleh cinta dan boleh sayang
Asalkan jangan terlalu dalam (2x)
Harta dan jiwa boleh melayang (2x)
Asalkan jangan, asalkan jangan, asalkan jangan iman dan islam (2x)

Orang pasti kan dipercaya
Asalkan saja selalu jujur (2x)
Hidup yang miskin terasa kaya (2x)
Asalkan saja, asalkan saja, asalkan saja pandai bersyukur (2x)

Jangan Menggoda

(Ciptaan: M. Mashabi)

Lama sudah cintaku
Hilang dari jiwaku
Kenangan yang dulu berkesan
Kini hilang dari ingatan

Jalinan kata mesra
Kulupakan semua
Dan tiada hasratku lagi
Mengulangi cerita lama

Tak guna engkau datang
Mengharapkan cinta berulang
Bagiku cukup sudah
Cerita cinta yang pertama
Kini tinggallah ku sendiri
Menjalani hidup yang sepi

Sekedar ku meminta
Jangan engkau menggoda
Agar jiwa tenang selalu
Dan hati tak terluka lagi
Dan hati tak terluka lagi

Sabtu, 27 Februari 2010

Perjuangan dan Doa

(Ciptaan: Rhoma Irama)

Berakit-rakit ke hulu
Berenang ke tepian
Sakit-sakit dahulu, susah-susah dahulu
Baru kemudian bersenang-senang

Pahit rasanya empedu
Manis rasanya gula
Bekerjalah dahulu, berjuanglah dahulu
Baru kemudian berbahagia

Berjuang, berjuang sekuat tenaga
Tetapi jangan lupa,
perjuangan harus pula disertai doa
Rintangan, rintangan sudah pasti ada
Hadapilah semua dengan tabah juga dengan kebesaran jiwa

Pahit rasanya empedu,
Manis rasanya gula
Bekerjalah dahulu, berjuanglah dahulu
Baru kemudian berbahagia

Jatuh Cinta

(Ciptaan: Rhoma Irama)

Kudengar kau sedang jatuh cinta
Tapi hatimu tak bahagia
Jangan kau merana dan putus asa
Karena itu ujian cinta
Cerahkan wajahmu bentuk senyummu
Kini kau bersama kasihmu
Memang bercinta banyak likunya
Tabahlah dalam dukanya cinta

Bila dirimu rindu padaku
Itu pertanda kau cinta padaku
(Memang kucinta padamu)

Bila dirimu cinta padaku
Lebih lagi cintaku kepadamu
Dari itu jangan kau bersedih hati
Masa bahagia akan tiba nanti

Termenung

(Ciptaan: Rhoma Irama)

Mengapa manusia tiada sama
Yang miskin, yang kaya berbeda-beda
Mengapa bercinta ada batasnya
Yang miskin tak boleh dengan yang kaya
Mengapa oh mengapa
Mengapa oh mengapa

Bukankah ada satu pepatah
Cinta itu adalah buta
Tapi mengapa aku dicegah
Jatuh cinta kepada dia
Tak mungkin hatiku bisa menerima
Selain cintanya
Selain cintanya

Rabu, 24 Februari 2010

Pantun Adik

(Ciptaan: A Rafiq)

Aku tak ingin saat berpisah, di mana saja kita berdua
Aku tak ingin saat berpisah, di mana saja kita berdua
Umpama adik sibuah mangga, biar aku jadi kulitnya
Umpama adik sibuah mangga, biar aku jadi kulitnya

Tidurnya sore siang bangunnya, itu tandanya malas sekali
Tidurnya sore siang bangunnya, itu tandanya malas sekali
Umpama adik setangkai bunga, biar ku pagar kawat berduri
Umpama adik setangkai bunga, biar ku pagar kawat berduri

Rokok keretek enak rasanya, minumnya kopi tidak bergula
Rokok keretek enak rasanya, minumnya kopi tidak bergula
Umpama adik si burung dara, biar aku jadi sangkarnya
Umpama adik si burung dara, biar aku jadi sangkarnya

Memang sekarang aku sendiri, mencari jodoh bingung sekali
Memang sekarang aku sendiri, mencari jodoh bingung sekali
Untuk merayu aku tak pandai, sedih rasanya kalau begini
Untuk merayu aku tak pandai, sedih rasanya kalau begini

Minggu, 21 Februari 2010

Darah Muda

(Ciptaan: Rhoma Irama)


Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak peduli
Darah muda

Biasanya para remaja
Berpikirnya sekali saja
Tiada menghiraukan akibatnya
Wahai kawan para remaja
Waspadalah dalam melangkah
Agar tidak menyesal akhirnya

Masa Depan

(Ciptaan: Rhoma Irama)


Sedari kecil, sehingga dewasa
Keras berfikir, memeras tenaga
Pagi hari sekolah, karena harus belajar
Malam hari di rumah, masih harus belajar
Juga biaya banyak dikorbankan
Demi membangun, hidup masa depan

Kalau yang dimaksudkan
Membangun masa depan
Cuma rumah dan sedan
Oh sangat menyedihkan
Karena semua pasti ditinggalkan
Masa depan sejati
Akhirat yang hakiki
Tak percuma tenaga
Tak percuma biaya
Bila hasilnya bahagia abadi

Capailah dengan yang Tuhan berikan
Negri akhirat, rumah masa depan
Namun jangan kau lupa, Nasibmu di dunia
Walaupun sementara, Tapi nikmati juga

Dunia hanya tempat persinggahan
Ladang akhirat dan bukan tujuan

Sabtu, 20 Februari 2010

Kusayang Padamu

(Ciptaan: Rhoma Irama)


Senyumnya duhai manis sekali
Membuat pria setengah mati
Matanya duhai tajam sekali
Menusuk jauh kelubuk hati
Aku cinta padamu... Padamu
Aku sayang padamu... Padamu

Kutahu banyak pria merayu
Mengharap cinta kasih darimu
Tetapi tak berubah cintamu
Padaku pria yang tidak mampu
Aku cinta padamu... Padamu
Aku sayang padamu... Padamu

Murninya rasa cintamu
Membuat aku terharu
Tulusnya rasa cintamu
Membuat kuslalu rindu

Cintaku pada dirimu
Aduhai tak akan layu
Cintaku pada dirimu
Aduhai tak akan beku
Walau sampai tua nanti
Cintaku takkan terbagi

Cinta Hampa

(Ciptaan: A Chalik)
Dipopulerkan Oleh: D,lloyd


Ibarat air didaun keladi
Walaupun tergenang tetapi tak meninggalkan bekas
Pabila tersentuh dahannya bergoyang
Airpun tertumpah tercurah habis tak tinggal lagi

Begitu juga cintamu padaku
Cinta hanya separuh hati
Kau lepas kembali
Nanti disuatu masa
kau juga kan merasa
Betapa sakitnya hati kecewa karena cinta

Bila kau lihat
Pemuda yang lebih gaya
Cintamupun segera
berpindah kepadanya

Tapi biarlah kau cari yang lain
Kan kau buat sebagai korban
Cinta palsu hampa
Nanti disuatu masa
Kau juga kan merasa
Betapa sakitnya hati kecewa karena cinta

Kelana 3

(Ciptaan: Rhoma Irama)


Di dalam dunia ini, tiada cinta suci
Sampai mati kau mencari, takkan engkau temui
Karna aku telah berkelana, untuk mencarinya
Hingga sampai ke ujung dunia, tapi sia-sia
Semuanya kisah cinta, dalam dunia ini
Ceritanya sama saja, tiada yang sejati
Hanyalah pada permulaannya, duhai sangat mesra
Bila sudah mencapai puncaknya, cintanyapun sirna

Berjuta-juta cinta bersemi di dunia ini
Tapi tetapi tiada satupun yang abadi
Cinta pada kekasih bukan cinta yang suci
Karna dibalik cinta ada nafsu birahi
Yang membuat cinta tak murni
Powered By Blogger

Calendar

Calendar
Diberdayakan oleh Blogger.