Senin, 29 Maret 2010

Pantun Jenaka

Ciptaan : A. Rafiq
Dipopulerkan oleh : A. Rafiq


Jangan banyak gaya, Jangan banyak lagak.
Dengarlah seloka Pantunan jenaka.
Jangan banyak aksi, Mempamerkan dasi.
Dan terlalu gengsi, oh tiada guna lagi.

Gadis-gadis sekarang, suka sekali ngobrol.
Cerita dan berdebat, sampai lupa dapur.
Pesan ayah dan bunda, cepat sekali luntur.
Jika malam minggu suka jalan melantur.

Lihat itu lagi, jangan salah ngerti.
Yang berbedak tebal, bikin orang sebal.
Lihatlah di sana, yang pakai celana.
Jadi tanda tanya, lelaki atau wanita.

Lihatlah itu lagi, yang bercelana jengki.
Sekarang jadi mode yang tak asing lagi.
Mahal harganya juga, tapi tidak perduli.
Dijahitnya sempit, sampai tak masuk kaki.

Jangan banyak gaya, jangan banyak lagak.
Dengarlah seloka, pantunan jenaka.
Jangan banyak aksi, mempamerkan dasi.
Dan terlalu gengsi, oh tiada guna lagi.

Senin, 22 Maret 2010

hidup memang harus m

hidup memang harus memilih, lurus atau bengkok, susah atau gampang, baik atau buruk, harapan tetap sama, sayang kadang hasilnya tak sesuai harapan.

Minggu, 21 Maret 2010

Ibu Kota

Rhoma Irama & Soneta
(Ciptaan: Rhoma Irama)


Setahun sekali belum tentu
Dengan tetangga bisa bertemu
Di ibukota, di ibukota, di ibukota

Pagar rumahnya pun tinggi-tinggi
Hidupnya pun sudah nafsi-nafsi
Di ibukota, di ibukota, di ibukota

Berbagai macam kebutuhan
Meliputi warganya
Hingga sedikit kesempatan
Untuk berbagi rasa

Menipis sudah tali jiwa
Yang mengikat warganya
Berkurang sudah tenggang rasa
Di antara sesama

Rasa perseorangan sikap warga ibukota
Rasa kebersamaan sudah memprihatinkan

Hidup selalu terburu-buru
Seakan-akan dikejar waktu
Di ibukota, di ibukota, di ibukota

Mereka bersaing dan berlomba
Saling membanggakan harta benda
Di ibukota, di ibukota, di ibukota

Di ibukota, di ibukota, di ibukota
Di ibukota...

Senin, 01 Maret 2010

Harapan Hampa

(Ciptaan: M. Mashabi)

Tidakkah kau tahu
Betapa hatiku oh rindu
Tidakkah kau ngerti
Betapa cintaku oh suci

Jangan kau bimbang
Jangan kau ragu
Ku tetap kasih padamu

Tapi kini engkau tinggalkan
Diriku merana seorang
Tidakkah pernah kau rasakan
Betapa rinduku dendamkan

Harapanku kini
Hilang lenyap sudah
Bagai mimpi tiada berarti

Janganlah cintaku
Kau umpamakan bagai kembang
Segar dipakai dipuja sayang
Setelah layu dibuang
(Kalau tlah layu dibuang)

Pantun Pinuntun

(Ciptaan: Rhoma Irama)

Walau indah fatamorgana
Tapi ternyata hanya bayangan (2x)
Walaupun indah hidup di dunia (2x)
Tapi ternyata, tapi ternyata, tapi ternyata hanya cobaan (2x)

Boleh cinta dan boleh sayang
Asalkan jangan terlalu dalam (2x)
Harta dan jiwa boleh melayang (2x)
Asalkan jangan, asalkan jangan, asalkan jangan iman dan islam (2x)

Orang pasti kan dipercaya
Asalkan saja selalu jujur (2x)
Hidup yang miskin terasa kaya (2x)
Asalkan saja, asalkan saja, asalkan saja pandai bersyukur (2x)

Jangan Menggoda

(Ciptaan: M. Mashabi)

Lama sudah cintaku
Hilang dari jiwaku
Kenangan yang dulu berkesan
Kini hilang dari ingatan

Jalinan kata mesra
Kulupakan semua
Dan tiada hasratku lagi
Mengulangi cerita lama

Tak guna engkau datang
Mengharapkan cinta berulang
Bagiku cukup sudah
Cerita cinta yang pertama
Kini tinggallah ku sendiri
Menjalani hidup yang sepi

Sekedar ku meminta
Jangan engkau menggoda
Agar jiwa tenang selalu
Dan hati tak terluka lagi
Dan hati tak terluka lagi
Powered By Blogger

Calendar

Calendar
Diberdayakan oleh Blogger.