Sabtu, 27 Februari 2010

Perjuangan dan Doa

(Ciptaan: Rhoma Irama)

Berakit-rakit ke hulu
Berenang ke tepian
Sakit-sakit dahulu, susah-susah dahulu
Baru kemudian bersenang-senang

Pahit rasanya empedu
Manis rasanya gula
Bekerjalah dahulu, berjuanglah dahulu
Baru kemudian berbahagia

Berjuang, berjuang sekuat tenaga
Tetapi jangan lupa,
perjuangan harus pula disertai doa
Rintangan, rintangan sudah pasti ada
Hadapilah semua dengan tabah juga dengan kebesaran jiwa

Pahit rasanya empedu,
Manis rasanya gula
Bekerjalah dahulu, berjuanglah dahulu
Baru kemudian berbahagia

Jatuh Cinta

(Ciptaan: Rhoma Irama)

Kudengar kau sedang jatuh cinta
Tapi hatimu tak bahagia
Jangan kau merana dan putus asa
Karena itu ujian cinta
Cerahkan wajahmu bentuk senyummu
Kini kau bersama kasihmu
Memang bercinta banyak likunya
Tabahlah dalam dukanya cinta

Bila dirimu rindu padaku
Itu pertanda kau cinta padaku
(Memang kucinta padamu)

Bila dirimu cinta padaku
Lebih lagi cintaku kepadamu
Dari itu jangan kau bersedih hati
Masa bahagia akan tiba nanti

Termenung

(Ciptaan: Rhoma Irama)

Mengapa manusia tiada sama
Yang miskin, yang kaya berbeda-beda
Mengapa bercinta ada batasnya
Yang miskin tak boleh dengan yang kaya
Mengapa oh mengapa
Mengapa oh mengapa

Bukankah ada satu pepatah
Cinta itu adalah buta
Tapi mengapa aku dicegah
Jatuh cinta kepada dia
Tak mungkin hatiku bisa menerima
Selain cintanya
Selain cintanya

Rabu, 24 Februari 2010

Pantun Adik

(Ciptaan: A Rafiq)

Aku tak ingin saat berpisah, di mana saja kita berdua
Aku tak ingin saat berpisah, di mana saja kita berdua
Umpama adik sibuah mangga, biar aku jadi kulitnya
Umpama adik sibuah mangga, biar aku jadi kulitnya

Tidurnya sore siang bangunnya, itu tandanya malas sekali
Tidurnya sore siang bangunnya, itu tandanya malas sekali
Umpama adik setangkai bunga, biar ku pagar kawat berduri
Umpama adik setangkai bunga, biar ku pagar kawat berduri

Rokok keretek enak rasanya, minumnya kopi tidak bergula
Rokok keretek enak rasanya, minumnya kopi tidak bergula
Umpama adik si burung dara, biar aku jadi sangkarnya
Umpama adik si burung dara, biar aku jadi sangkarnya

Memang sekarang aku sendiri, mencari jodoh bingung sekali
Memang sekarang aku sendiri, mencari jodoh bingung sekali
Untuk merayu aku tak pandai, sedih rasanya kalau begini
Untuk merayu aku tak pandai, sedih rasanya kalau begini

Minggu, 21 Februari 2010

Darah Muda

(Ciptaan: Rhoma Irama)


Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak peduli
Darah muda

Biasanya para remaja
Berpikirnya sekali saja
Tiada menghiraukan akibatnya
Wahai kawan para remaja
Waspadalah dalam melangkah
Agar tidak menyesal akhirnya

Masa Depan

(Ciptaan: Rhoma Irama)


Sedari kecil, sehingga dewasa
Keras berfikir, memeras tenaga
Pagi hari sekolah, karena harus belajar
Malam hari di rumah, masih harus belajar
Juga biaya banyak dikorbankan
Demi membangun, hidup masa depan

Kalau yang dimaksudkan
Membangun masa depan
Cuma rumah dan sedan
Oh sangat menyedihkan
Karena semua pasti ditinggalkan
Masa depan sejati
Akhirat yang hakiki
Tak percuma tenaga
Tak percuma biaya
Bila hasilnya bahagia abadi

Capailah dengan yang Tuhan berikan
Negri akhirat, rumah masa depan
Namun jangan kau lupa, Nasibmu di dunia
Walaupun sementara, Tapi nikmati juga

Dunia hanya tempat persinggahan
Ladang akhirat dan bukan tujuan

Sabtu, 20 Februari 2010

Kusayang Padamu

(Ciptaan: Rhoma Irama)


Senyumnya duhai manis sekali
Membuat pria setengah mati
Matanya duhai tajam sekali
Menusuk jauh kelubuk hati
Aku cinta padamu... Padamu
Aku sayang padamu... Padamu

Kutahu banyak pria merayu
Mengharap cinta kasih darimu
Tetapi tak berubah cintamu
Padaku pria yang tidak mampu
Aku cinta padamu... Padamu
Aku sayang padamu... Padamu

Murninya rasa cintamu
Membuat aku terharu
Tulusnya rasa cintamu
Membuat kuslalu rindu

Cintaku pada dirimu
Aduhai tak akan layu
Cintaku pada dirimu
Aduhai tak akan beku
Walau sampai tua nanti
Cintaku takkan terbagi

Cinta Hampa

(Ciptaan: A Chalik)
Dipopulerkan Oleh: D,lloyd


Ibarat air didaun keladi
Walaupun tergenang tetapi tak meninggalkan bekas
Pabila tersentuh dahannya bergoyang
Airpun tertumpah tercurah habis tak tinggal lagi

Begitu juga cintamu padaku
Cinta hanya separuh hati
Kau lepas kembali
Nanti disuatu masa
kau juga kan merasa
Betapa sakitnya hati kecewa karena cinta

Bila kau lihat
Pemuda yang lebih gaya
Cintamupun segera
berpindah kepadanya

Tapi biarlah kau cari yang lain
Kan kau buat sebagai korban
Cinta palsu hampa
Nanti disuatu masa
Kau juga kan merasa
Betapa sakitnya hati kecewa karena cinta

Kelana 3

(Ciptaan: Rhoma Irama)


Di dalam dunia ini, tiada cinta suci
Sampai mati kau mencari, takkan engkau temui
Karna aku telah berkelana, untuk mencarinya
Hingga sampai ke ujung dunia, tapi sia-sia
Semuanya kisah cinta, dalam dunia ini
Ceritanya sama saja, tiada yang sejati
Hanyalah pada permulaannya, duhai sangat mesra
Bila sudah mencapai puncaknya, cintanyapun sirna

Berjuta-juta cinta bersemi di dunia ini
Tapi tetapi tiada satupun yang abadi
Cinta pada kekasih bukan cinta yang suci
Karna dibalik cinta ada nafsu birahi
Yang membuat cinta tak murni
Powered By Blogger

Calendar

Calendar
Diberdayakan oleh Blogger.