28 Oktober 1928, 81 th yang lalu pemuda pemudi Indonesia mengadakan Kongres Pemuda Indonesia yang menghasilkan keputusan yang dinamakan "Sumpah Pemuda".
1. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
2. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia.
3. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia.
Pada waktu itu diharapkan dengan lahirnya keputusan tersebut, pemuda pemudi Indonesia dan juga seluruh rakyat Indonesia bersatu dalam melawan penjajahan.
Tapi kini berpuluh-puluh tahun kemudian, sumpah pemuda kehilangan maknanya. Masing-masing saling mengedepankan kedaerahannya dan kelompoknya bukan dalam artian positif, tapi justru ke arah negatif. Masing-masing merasa bahwa etnisnyalah yang paling benar, paling unggul. Sehingga muncul banyak organisasi kedaerahan yang justru kebanyakan hanya untuk menyerang etnis lain. Maka tidak heran di banyak tempat terjadi kerusuhan antar etnis, tawuran antar kampung, tawuran antar ormas. Bahkan yang lebih memprihatinkan adalah maraknya tawuran antar pelajar dan tawuran antar mahasiswa. Padahal mereka adalah pemuda pemudi harapan bangsa, yang diharapkan kelak memimpin bangsa ini, memajukan bangsa ini dari segala ketertinggalan.
Maka dari itu mulai hari ini tanggal 28 Oktober 2009, bertepatan dengan hari sumpah pemuda, marilah kita bersatu dalam memajukan bangsa ini, tinggalkan ego kelompok, tanggalkan ego kedaerahan, tunjukkan bahwa kita ini satu, Bhinneka Tunggal Ika, walau berbeda suku, walau berbeda bahasa, tetapi tetap satu, tetap bersama dalam persaudaraan, bangsa Indonesia. Mari kita bersama membangun Indonesia menuju kejayaannya.
Hidup Pemuda Pemudi Indonesia.


0 komentar:
Posting Komentar